Tanpa judul


 

 

PEDAGANG LOKAL PERKENALKAN KAIN SONGKE DI PASAR IMPRES: MELESTARIKAN BUDAYA LEWAT EKONOMI KREATIF

 

 

Pasar inpres  kembali menjadi pusat perhatian  dengan hadirnya pedagang kain songke,  topi, dan seldang, kain tradisional dan merupakan ciri khas orang manggarai  Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah seorang pedagang di pasar inpres mama Sofiya berumur 48 tahun berasal dari Pitak Ruteng, dengan untusias menawarkan kain-kain songke, selendang dan topi, kain-kain ini dibeli lalu dijual kembali oleh mama Sofiya dengan harga Rp 800. 000 bahkan ada yang 700.000, sedang topi hasil buat sendiri, itu  tergantung dari motif dan ini juga sarat akan niali  budaya  kepada para pengunjung.

                      

Mama Sofiya mengungkapkan bahwa iya mulai  berjualan  kain songke sejak anaknya masi kelas 3. Keuntuangnya  selama satu hari Rp.2.00000 itupun tergantung rezeki “ Saya ingin menjual kain ini agar tidak lupa ciri khas orang manggarai dan juga bagian dari usaha saya,” ujar mama Sofiya.

 

Pasar inpres memjadi tempat yang strategis untuk memasarkan kain tradisional ini karena banyaknya pengunjung dari berbagai daerah. Mama Sofiya dan pedangang lainya berharap kain songke  bisa mendapakan inspirasi lebih luas, baik di pasar lokal maupun internasional. Selain melestarikan budaya, kegitan ini juga  menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di Manggarai.

 

Dengan hadirnya kain songke di Pasar Inpres, para pedagang  berharap produk tenun tradisional ini tidak hanya menjadi barang ekonomi, tetapi juga jembatan untuk memperkenalkan  Budaya Manggarai kepada dunia.








Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama